Senin, 31 Agustus 2020

Bagian Komponen Blok Horizontal Output

Horisontal adalah bagian monitor yang sangat penting, karena rangkaian ini berfungsi untuk membuka layar ke samping kanan dan kiri dan menyalakan fungsi flyback untuk menghasilkan tegangan tinggi yg menyuplai tabung.

Cara kerja rangkaian Horisozontal :

Tegangan kerja rangkaian ini adalah 60-90V yang disebut juga dengan tegangan B+ yang terhubung dengan kaki kolektor dari transistor Horizontal. Sinyal input masuk melewati IC Syncron yang kemudian diteruskan ke transistor penguat sinyal. Sinyal ini kemudian diteruskan ke trafo sinkron untuk diturunkan tegangannya dan menghasilkan output sinyal dan tegangan sekitar –0,01V yang diteruskan ke kaki basis Tr Horizontal sebagai input. Dengan adanya tegangan kerja B+ maka transistor horizontal yang mendapatkan input akan bekerja dan dengan defleksi yoke horizontal. Output transistor horizontal juga akan membuat Fly Back bekerja dan akan menghasilkan tegangan Anoda yang sangat tinggi. Adanya tegangan tinggi ini membuat elekron dari katoda tabung tertarik ke anoda dan terjadilah gambar melebar kesamping kanan dan kiri pada tabung.

Wujud Dan Bagian-bagian Blok Horizontal :

1. Transistor horisontal : berfungsi untuk menaikkan tegangan 80-125v menjadi tegangan tinggi AC sebagai tegangan kerja flyback. Macam type transistor horisontal : C5149, BU2508, BU2527AX, C5148, dll.

2. FLYBACK : berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi anoda tabung 26 kilo volt.

tiap monitor memiliki type flyback yang berbeda.

3. YOKE Horisontal : untuk membuka layar ke kanan dan ke kiri.

4. Trafo Oscilator : berfungsi untuk menghasilkan sinyal input BASIS Transistor horisontal.

5. Kondensator Mylar : berfungsi untuk mengatur lebar gambar, biasanya ukurannya 392-602 2000v

6. FET IRF 630 : berfungsi untuk mengubah tegangan 50v ke 75-125 volt yang dibutuhkan untuk tegangan kerja transistor horisontal.


 


Gambar 1. Blok Horizontal Output

 

Komponen utamanya adalah :

1. Transistor output Horizontal

2. Flyback

3. Konektor ke Bagian Video

4. Trafo matching

5. Elco

6. Transistor Oscilator

 

 

Bagian Komponen Blok Flyback

Flyback adalah komponen monitor yg berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi dan tegangan lainnya yg dibutuhkan monitor. Flyback sebenarnya adalah trafo tapi trafo untuk tegangan tinggi agar tabung bekerja mengeluarkan gambar.

 

Bagian-bagian flyback:

A. Bagian primer

B. Bagian sekunder

C. Bagian yg terpisah antara primer dan sekunder yaitu : ABL, Screen dan Fokus dan KOP flyback.

 

                             

 Gambar 2. Trafo Flyback

 

A. Bagian Primer Flyback :

1. Colector : terhubung dg colector transistor horisontal. jika flyback kerja maka pin ini akan menghasilkan tegangan tinggi. Jangan di ukur dg multitester.

2. Dioda dumper : terhubung dg dioda dumper. Tidak semua flyback memiliki kaki ini.

3. B+ : terhubung dg tegangan B+ 55v dan FET IRF630. Ini adalah kaki untuk tegangan kerja flyback. Jika teg B+ tdk masuk maka flyback tidak kerja dan monitor tidak nyala. Jadi ketiga kaki ini jika diukur dengan ohm meter x1 terhubung.

 

B. Bagian sekunder flyback :

1. Gruond : terhubung dg ground monitor.

2. AFC : Automatic Frequency Control. tegangan 30-40 dcv Fungsinya untuk mengatur kerja IRF630, kalau tegangan terlalu tinggi, misal butuhnya 30 vdc dikasih 40 vdc maka IRF tidak bekerja, akibatnya tegangan B+ akan tetap 55v dan gambar monitor akan sempit kanan kirinya. Kalau IRF kerja, maka tegangan 55v akan menjadi tegangan 90-125v tergantung resolusi monitornya.

3. G1 : terhubung dg dioda dg posisi terbalik sehingga keluarannya adalah tegangan minus antara – 100-175 dcv. Dan setelah dioda akan ada elco regulator yg juga terbalik, jadi kaki positif dapat ground monitor dan kaki negatif dapat katoda dioda terbalik itu.

 

C. Bagian ABL

ABL : Automatic Brightness Limiter. tegangan tak terukur. Pin ini harus terhubung ke jalurnya jika tidak maka akan keluar percikan/ loncatan api listrik. Fungsinya untuk membatasi brightness yg menuju ke blok RGB secara otomatis.

Bagian Screen (G2):

Adalah bagian yg berfungsi untuk mengatur terang gelap gambar.

Bagian Fokus (G3/G4):

Adalah bagian yg berfungsi untuk mengatur fokus gambar (kabur tidaknya gambar)

Bagian KOP FLyback :

Adalah bagian yg menghasilkan tegangan tinggi 26kV yang menuju atas tabung.

 

https://zallyfreeshare.wordpress.com/2012/10/25/blok-diagram-komponen-pada-tv/

 

 





Selasa, 25 Agustus 2020

Pembagian Tugas Materi Sistem Transmisi dan Antena

No. N a m a Materi
1 AHMAD FIQRI ZAIDAN Kabel koaksial
2 AKHMAD DHANI Kabel Pita
3 AKHMAD KHAITAMI Kabel Simetris
4 ALIYANOR Antena Directional
5 AMANDA SALSABILA Antena Omnidirectional
6 ANANDA DHEKIANTO H Antena Dipole
7 ANNISA ZAHRA Antena Vertikal
8 ASYAH Antena Yagi
9 FAISAL PRATAMA YUDHA Antena Quad Loop
10 FARAS MAULIDA Antena Parabolic
11 FATMA ASNIAH Antena tipe T
12 INTAN AULIA RAHMAH L Antena tipe L terbalik
13 KLINTEN MAHENDRA P Sloper
14 M. DEDE KHAIRUDIN Antena Dipole Vertikal
15 M. YUSUF BAIHAQY Kabel koaksial
16 M.FAISAL Kabel Pita
17 MUHAMMAD AHSANUL HUDA Kabel Simetris
18 MUHAMMAD APRILIANSYAH Antena Directional
19 MUHAMMAD FITRA FALAH Antena Omnidirectional
20 MUHAMMAD HAFI Antena Dipole
21 MUHAMMAD RIZKY Antena Vertikal
22 MUHAMMAD RYAN SIDDIQ Antena Yagi
23 MUHAMMAD SAUDI Antena Quad Loop
24 MUHAMMAD ZAINAL ILMI Antena Parabolic
25 NABILLA SEFTIANTY Antena tipe T
26 NOR HIKMAH Antena tipe L terbalik
27 NORLIANA Sloper
28 NUR AMALIA SAFITRI Antena Dipole Vertikal
29 RENDI ALYA PUTRA Antena Directional
30 SITI JURAIDA Antena Omnidirectional
31 ST. FATIMAH Antena Dipole
32 TAUFIKKURAHMAN Antena Vertikal
33 WANDA Antena Yagi
34 ZUKIMI Antena Quad Loop

Saluran Transmisi dan Antena

Untuk menghubungkan antena dengan pesawat dan pemancar dengan antena diperlukan kabel yang khusus. Kerana energi yang dipindahkan berfrekuensi tinggi. Maka induktifitas dan kapasitansi kabel akan sangat mempengaruhi pemindahan energi. kecepatan rambat akan TERBATAS. Untuk mengatasi hal itu diperlukan kabel untuk frekuensi tinggi.

Tahanan R adalah tahanan nyata penghantar, induktansi L adalah induktansi kawat dan kapasitansi C adalah kapasitansi yang terbentuk Antara kawat dengan kawat ( kabel pita ) dan kawat dengan pelindungnya ( kabel koaksial ) dengan dialektrikum dari isolasi kabel.

Semakin tinggi frekuensi sinyal yang lewat akan semakin TINGGI XL dan semakin KECIL XC. Dari rangkaian pengganti dapat dilihat koponen-komponen membentuk suatu PELALU BAWAH.

L dan C adalah induktansi dan kapasitansi tiap satuan panjang tahanan gelombang suatu kabel tergantung pada frekuensi dan berlaku hanya pada frekuensi tinggi, bukan merupakan tahanan nyata maupun tahanan semu.

Kabel simetris hanya mampu sampai beberapa ratus MHz maka dikembangkan seperti kabel koaksial. Kabel koaksial terdiri dari penghantar dalam dan penghantar luar berbentuk pipa, diantaranya adalah kosong.

Daya yang diijinkan pada kabel koaksial berlainan tipe dalam keterpengaruhan frekuensi operasi. Semakin tinggi frekwensi maka kemampuan akan semakin menurun.

Senin, 24 Agustus 2020

Mengukur Tegangan Anoda TV Tabung

Menggunakan High Voltage Probe untuk Mengukur tegangan Anoda pada Tabung Gambar TV

Dioda tegangan tinggi pada trafo flyback, bertugas menyearahkan sinyal horisontal menjadi tegangan DC 16.000 Volt - 30.000 Volt. 

Untuk menguji dioda tegangan tinggi pergunakan high voltage probe sebagai multimeter yang khusus untuk keperluan pengetesan tegangan tinggi. 

Bandingkan perbedaan tegangan AC yang masuk trafo dengan tegangan DC yang dikeluarkan diode. Tegangan DC yang terukur pada Anoda sekitar 16.000 Volt - 30.000 Volt. 

Berhati-hatilah menggunakan probe tegangan tinggi ini, sentuhan ke konduktor yang salah akan menimbulkan bunga api.

Gambar 1. Mengukur tegangan Anoda pada Tabung Gambar TV menggunakan High Voltage Probe

(sumber : http://jodeho.blogspot.com/2014/03/1.html, Joseph A.K.A Josh Blog)


Mengukur Tegangan TV

Cara mengukur tegangan pada Pesawat Televisi

Teganan diukur dalam skala DC kabel hitam multitester atau avometer tempelkan pada jalur negatif bisa diselipkan pada kabel perak yang ada di tabung yang tidak pakai pembungkus.

Selanjutnya tinggal diukur tegangan-tegangan yang ada.

  1. Untuk tegangan 180v bisa diukur pada kaki positif elko yang 250v di PCB RGB tabung. Caranya tempel pin kabel merah multitester atau avometer.
  2. Tegangan 110v untuk TV 14″-21″ dan 130v untuk 25″-29″ pada B+ flyback (FBT) cari jalur yang ada elko 160v, caranya ukur pada kaki positif elconya.
  3. Untuk tegangan 12vsilahkan ukur pada kaki pinggir kanan IC 7812.
  4. Untuk tegangan 5v silahkan ukur pada kaki kanan IC 7805.
  5. Untuk tegangan 33v silahkan cari dikaki B+ pada TUNER.

Untuk pengukuran TV cina dengan memakai multitester atau avometer.

Jika menggunakan ground CRT hasil pengukuran biasanya kurang pas, tetapi kalau TV lainnya bisa pakai ground CRT.

Untuk pengukuran tegangan pada masing-masing bagian untuk TV CINA adalah:

Caranya amati ground pada skunder trafo Switching biasanya jalur agak lebar, silahkan solder kabel secukupnya untuk menyambungkan pin hitam dari multitester atau avometer gunakan pin merah dari multitester atau avometer.

1. Untuk mengukur 90v-300v pakai skala 250 DCV.

2. Untuk mengukur 12v-40v gunakan skala 50 DCV

3. Untuk mengukur tegangan 1v-9v pakai skala 10 DCV

Cara mengukur tegangan di yoke dan di flyback transformator

  1. Dari yoke horizontal=Vcc 110v DC, AC-nya bisa 1000v degan colok merah dipindahkan di output dan di gunakan seolah dB meter.
  2. Dari yoke vertikal 24 DC model sekarang,kecuali pakai kopel C=1/2 Vcc. Sedangkan IC-nya bisa 120v AC (pakai dB meter)
  3. Di FBT Vcc kolector;110v DC, AC-nya bisa 1000v.
  4. Di FBT Vcc filement/heater bisa 5v-5,5v AC.
  5. Di FBT tegangan anoda 20-32k volt diukur dengan probe HV 40kv yang ditambahkan pada multitester 1000v DC.
  6. Tegangan lain tergantung model dan jenis TV ada yang keluaran 180v untuk RGB, Video Amp diambilkan dari FBT.
  7. Ada 24v dan 46v vertikal FBT, juga 12-18v tergantung merek dan tipenya.
  8. Tegangan Fokus sekitar 600v DC dan screen 400v DC.

 

(sumber : https://www.smk-alfitri.sch.id/2015/05/mengukur-tegangan-tv.html, FUADI HUSEIN)

Minggu, 23 Agustus 2020

Operator dan Program Input

 


A.     Operator

 

Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi, seperti menjumlahkan dua buah nilai, memberikan nilai ke suatu variabel, membandingkan kesamaan dua buah nilai. Sebagian operator C tergolong sebagai operator binary, yaitu operator yang dikenakan terhadap dua buah nilai (operand). Contoh :

 

a + b

 

Simbol + merupakan operator untuk melakukan operasi penjumlahan dari kedua operand-nya (yaitu a dan b). Karena operator penjumlahan melibatkan dua operator ini tergolong sebagai operator binary.

 

-c

 

Simbol - (minus) juga merupakan operator. Simbol ini termasuk sebagai operator unary, yaitu operator yang hanya memiliki sebuah operand (yaitu c pada contoh ini).

 

1.      Operator Aritmatika

 

                  Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah :

 

*        perkalian

 

/         pembagian

 

%        sisa pembagian

 

+        penjumlahan

 

-        pengurangan

 

Adapun operator yang tergolong sebagai operator unary.

 

-        tanda minus

 

+        tanda plus

 

Contoh pemakaian operator aritmatika misalnya untuk memperoleh nilai diskriminan dari suatu persamaan kuadrat : D = b2 – 4ac

 

 

 

 

 

 

/*      File program : diskrim.c

 

Menghitung diskriminan pers kuadrat  ax^2 + bx + c = 0 */

 

# include <stdio.h>

 

main()

 

{

float a,b,c,d;

a = 3.0f;

b = 4.0f;

c = 7.0f;

 

d = b*b-4*a*c;

 

printf(“Diskriminan =%f\n”,d);

}

 

 

Contoh eksekusi :

 

Diskriminan = -84.000000

 

Operator yang telah dituliskan di atas, yang perlu diberi penjelasan lebih lanjut adalah operator sisa pembagian. Beberapa contoh berikut kiranya akan memperjelas makna dari operator ini .

 

       Sisa pembagian bilangan 7 dengan 2 adalah 1 (7 % 2 Æ 1)

 

      Sisa pembagian bilangan 6 dengan 2 adalah 0 (6 % 2 Æ 0)

 

      Sisa pembagian bilangan 8 dengan 3 adalah 1 (8 % 3 Æ 2)

 

Kegunaan operator ini diantaranya bisa dipakai untuk menentukan suatu bilangan bulat termasuk ganjil atau genap, berdasarkan logika : “Jika bilangan habis dibagi dua (sisanya nol), bilangan termasuk genap. Sebaliknya, termasuk ganjil”.

 

 

2.      Operator Penurunan dan Penaikan

 

Masih berkaitan dengan operasi aritmatika, C menyediakan operator yang disebut sebagai operator penaikan dan operator penurunan, yaitu :

 

++  operator penaikan

 

--   operator penurunan

 

Operator penaikan digunakan untuk menaikkan nilai variabel sebesar satu. Penempatan operator terhadap variabel dapat dilakukan di muka atau di belakangnya, contohnya :

 

x = x+1;

 

y = y-1;

 

 

Bisa ditulis menjadi :

 

++x;

 

--y;

 

 

atau :

 

x++;

 

y--;

 

bergantung pada kondisi yang dibutuhkan oleh pemrogram. Di bawah ini adalah contoh yang akan menunjukkan perbedaan pemakaian dan hasil dari ++x dengan x++ (atau pemakaian y-- dengan –-y).

 

/* File program : pre_post.c

 

 

Contoh penggunaan pre & post Increment operator */

 

#include <stdio.h>

 

main()

 

{

int count = 0, loop;

 

loop = ++count; /* count=count+1; loop=count; */ printf("loop = %d, count = %d\n", loop, count);

 

loop = count++; /* loop=count; count=count+1; */ printf("loop = %d, count = %d\n", loop, count);

 

}

 

Contoh eksekusi :

 

loop = 1, count = 1

 

loop = 1, count = 2

 

 

 

 

 

 

Prioritas Operator Aritmatika

 

Tabel di bawah ini memberikan penjelasan mengenai prioritas dari masing-masing operator. Operator yang mempunyai prioritas tinggi akan diutamakan dalam hal pengerjaan dibandingkan dengan operator yang memiliki prioritas lebih rendah.

 

Tabel 1 Tabel prioritas operator aritmatika dan urutan pengerjaannya



 

*)    Bentuk unary + dan unary memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada bentuk

 

binary + dan binary -

 

 

3.      Operator Penugasan

 

Operator penugasan (assignment operator) digunakan untuk memindahkan nilai dari suatu ungkapan (expression) ke suatu pengenal. Operator pengerjaan yang umum digunakan dalam bahasa pemrograman, termasuk bahasa C adalah operator sama dengan (=). Contohnya :

 

fahrenheit = celcius * 1.8 + 32;

 

Maka ‘=’ adalah operator penugasan yang akan memberikan nilai dari ungkapan : celcius * 1.8 + 32 kepada variabel fahrenheit.

 

Bahasa C juga memungkinkan dibentuknya statemen penugasan menggunakan operator pengerjaan jamak dengan bentuk sebagai berikut :

 

pengenal1 = pengenal2 = … = ungkapan ;

 

Misalnya :

 

a = b = 15;

 

maka nilai variabel ‘a ‘ akan sama dengan nilai variabel ‘b‘ akan sama dengan 15.

 

 

4.      Operator Kombinasi (Pemendekan)

 

C menyediakan operator yang dimaksudkan untuk memendekkan penulisan operasi penugasan semacam

 

x = x + 2;

 

y = y * 4;

 

menjadi

 

x +=      2;

 

y *=      4;

 

Daftar berikut memberikan seluruh kemungkinan operator kombinasi dalam suatu pernyataan serta pernyataan padanannya.

 

Tabel 2 Seluruh kemungkinan operator kombinasi dan padanannya



 

 

B.     Memasukan Data dari Keyboard

 

Data dapat dimasukan lewat keyboard saat eksekusi berlangsung. Untuk keperluan ini, C menyediakan sejumlah fungsi, di antaranya adalah scanf(), getchar().

 

1.      Fungsi scanf()

 

Fungsi scanf() merupakan fungsi yang dapat digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data. Misalnya untuk memasukkan data jari-jari lingkaran pada contoh program lingkaran.c, maka penulisan

 

radius = 20;

 

dapat diganti menjadi

 

scanf(“%f”,&radius);

 

Selengkapnya, terlihat dalam contoh program di bawah ini.

 

printf("Masukkan jari-jari lingkaran : "); scanf("%lf",&radius);

keliling = 2 * 3.14 * radius; /* PI = 3.14 */

luas = 0.5 * 3.14 * radius * radius;

 

printf("\nData lingkaran\n");

printf("Jari-jari  = %8.2lf\n", radius);

printf("Keliling  =          %8.2lf\n",        keliling);

printf("Luas       =          %8.2lf\n",        luas);

}

 

Contoh eksekusi :

Masukkan jari-jari lingkaran = 5

Data lingkaran  

Jari-jari  =          5.00

Keliling =          31.40

Luas      =          39.25

 

Bentuk scanf() sesungguhnya menyerupai fungsi printf(). Fungsi ini melibatkan penentu format yang pada dasarnya sama digunakan pada printf(). Secara umum bentuk scanf() adalah sebagai berikut :

 

scanf(“string kontrol”, daftar_argumen);

 

Dengan string kontrol dapat berupa :

 

-     Penentu format

 

-        Karakter spasi-putih (white-space)

-     Karakter bukan spasi-putih

 

 

Penentu format menyatakan jenis data yang akan dibaca. Pada scanf() penentu format dapat berupa salah satu di antara yang ada pada daftar berikut :

 



Tabel 3 Penentu format scanf()

 

 

 

Pada bentuk scanf(), daftar_argumen dapat berupa satu atau beberapa argumen dan haruslah berupa alamat. Misalnya hendak membaca bilangan real dan ditempatkan ke variabel radius, maka yang ditulis dalam scanf() adalah alamat dari radius. Untuk menyatakan alamat dari variabel, di depan variabel dapat ditambahkan tanda & (tanda & dinamakan sebagai operator alamat). Sehingga &radius menyatakan alamat dari radius. Dalam bentuk yang lengkap :

 

scanf(“%f”, &radius);

 

berarti (bagi komputer) : “bacalah sebuah bilangan real (%f) dan tempatkan ke alamat dari radius (&radius)”.

 

 

2.      Fungsi getchar()

 

Fungsi getchar() digunakan khusus untuk menerima masukan berupa sebuah karakter dari keyboard. Contoh :

 

c = getchar();

 

scanf(“%c”, &c);

 

maka variabel c akan berisi karakter yang diketikkan oleh user atau EOF (end of file) jika ditemui akhir dari file.

 

(sumber : DASAR-DASAR PEMROGRAMAN C. yuliana.lecturer.pens.ac.id)